Headlines News :
Home » » Hukum BUDIDAYA JANGKRIK ULAT CACING SEMUT DAN UALAR dan jual belinya

Hukum BUDIDAYA JANGKRIK ULAT CACING SEMUT DAN UALAR dan jual belinya

Di Ajarkan Oleh : Hamba Alloh on Tuesday, December 4, 2012 | 2:43 PM


PERTANYAAN

  • Kafi Psg

bagaimana hukumxa gentak/jangkrik


JAWABAN
  • Kakek Jhosy 
BAGAIMANA HUKUM BUDIDAYA JANGKRIK ULAT CACING SEMUT DAN UALAR "

Menurut keputusan Bahtsul Masail Al- Diniyyah Al- Waqi'iyyah Muktamar XXX NU di PP. Lirboyo Kediri Jawa Timur tanggal 21-27 Nopember 1999, menyatakan bahwa budidaya jangkrik, ulat, cacing,semut dan ular hukumnya boleh.

Dengan dasar pengambilan : 
Al- Fiqh 'alal Madzahibil Arba'ah juz II/ 3 

اما اذااعتاد قوم اكلها ولم تضرهم وقبلتها انفسهم فالمشهور عندهم انها لا تحرم 
Jika suatu kaum sudah terbiasa memakan (jangkrik dan semisalnya) dan tidak membahayakan terhadap mereka, dan yang menjadi pedoman adalah diri mereka, maka menurut pendapat yang masyhur adalah tidak haram. 

Al- Majmu' 'ala Syarhil Muhadzdzab juz IX,hlm. 16 
(فرع) فى مذاهب العلماء فى حشرات الارض...وقال مالك حلال لقوله تعالى قل لا اجد فيما اوحي الي محرما على طا عم يطعمه الا ان يكون ميته اود ما مسفوحا او لحم خنزير
Mazhab-mazhab ulama perihal serangga.... Imam Malik berpendapat, serangga itu halal sesuai firman Allah SWT: "Katakanlah! Tidaklah aku peroleh dalam waktu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya kecuali jika makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi

Al- Majmu' 'ala Syarhil Muhadzdzab juz IX,hlm. 16 
واما الصرارة فحرام على اصح الوجهين كالخنفساء 
Pendapat yang paling benar diantara dua pendapat adalah bahwa jangrik itu haram sama seperti kumbang

Al- Mughni 'ala Syarhi Al-Kabir juz IV, hlm. 239 
ولنا ان الدود حيوان طاهر يجوز اقتناؤه لتملك ما يخرج منه اشبه البهائم Menurut pendapat kami, ulat itu adalah binatang yang suci dan boleh membudidayakannya untuk memiliki apapun yang keluar darinya, sama seperti binatang ternak

BAGAIMANA HUKUM JUAL BELI JANGKRIK ULAT CACING SEMUT DAN UALAR "

Menurut keputusan Bahtsul Masail Al- Diniyyah Al- Waqi'iyyah Muktamar XXX NU di PP. Lirboyo Kediri Jawa Timur tanggal 21-27 Nopember 1999, menyatakan bahwa budidaya jangkrik, ulat, cacing, semut dan ular hukumnya terdapat khilaf (beda pendapat) di kalangan ulama. Ada yang mengharamkannya karena dianggap hina. Dan ada yang membolehkannya, karena ada unsur manfaatnya

Dengan dasar pengambilan
Al- Fiqhul Islamiy wa adillatuhu li Wahbah Zuhiliy juz V,hlm.446-447 

ويصح بيع الحشرات والهوام كالحيات والعقارب اذا كان ينتفع به. والضابط عندهم (المالكية)ان كل ما فيه منفعة تحل شرعا لان الاعيان خلقت لمنفعة الانسان بد ليل قوله تعالى هوالذي خلق لكم ما فى الارض جميعا 

Sah jual beli serangga dan binatang melata , seperti ular dan kalajengking jika memang bermanfaat. Parameternya menurut mereka (mazhab Maliki) adalah, semua yang bermanfaat itu halal menurut syara', karena semua makhluk yang ada itu memang diciptakan untuk kemanfaatan manusia sesuai dengan firman Allah SWT: "Dialah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu

Al-Bujairimy 'alal Minhaj juz II/178 
فلا يصح بيعحشرات لا تنفع. قال الشارح اذ عد م النفع اما للقلة كحبتي بر واما للخسة كالحشرات

Tidak sah jual beli serangga yang tidak bermanfaat. Pensyarah berpendapat, tidak adanya manfaat tersebut bias

Al- Majmu' 'ala Syarhil Muhadzdzab juz IX/16 
واما الصرارة فحرام على اصح الوجهين كالخنفساء 
Pendapat yang paling benar diantara dua pendapat adalah bahwa jangrik itu haram sama seperti kumbang

Al- Fiqhul Islamiy wa adillatuhu lisy Syaikh Al-Zuhaili juz IV/181-182 
ولم يشترط الخنفية هذالشرط (ان يكون المبيع طاهرا لانجسا) فاجازوا بيع النجاسات كشعر الخنزير وجلد الميتة لانتفاع بها الاما وردالنهي عن بيعه منها كالخمر والخنزير والميتة والد م كما اجازوا بيع الحيوانات المتو حشة والمتنجس الذي يمكن الانتفاع به في الاكل والضابط عندهم ان كل ما فيه منفعة تحل شرع فان بيعه يجوز لان الاعيان خلقت لمنفعة الانسان 

Kalangan ulama Hanafi tidak mensyaratkan syarat ini (yakni, barang yang dijual itu harus suci dan bukan yang
najis). Karenanya, mereka memperbolehkan jual beli barag-barang najis, seperti bulu babi dan kulit bangkai karena bias dimanfaatkan, kecuali yang memang terdapat larangan untuk memperjual-belikannya, seperti minuman keras, (daging) babi, bangkai dan darah, sebagaimana mereka juga memperbolehkan jual-beli binatang buas dan najis yang bisa dimanfaatkan untuk dimakan. Tolok ukurnya menurut nereka(mazhab Maliki) adalah, semua yang bermanfaat itu halal menurut syara', karma semua (makhluk) yang ada itu memang diciptakan untuk kemanfaatan manusia.


  • Wallohu A'lam bis shawab
 http://annis-nurul.blogspot.com/2010/09/hukum-jual-beli-jangkrik-hukum-masuk.html
  • Link asaal
http://www.facebook.com/groups/382134218524606/permalink/418897704848257/?comment_id=418905678180793&notif_t=like
Share this post :

Post a Comment

 
Privacy Policy : Disclaimer : Site Map : About - Copyright © 2007. Agama Islam Jawa - All Rights Reserved